Dirut Perusahaan Asuransi Allianz Di Polisikan Nasabah

Dirut Perusahaan Asuransi Allianz Di Polisikan Nasabah

Dirut Perusahaan Asuransi Allianz Di Polisikan Nasabah

Baru-Baru ini para pemegang polis asuransi kembali dikejutkan dengan penetapan tersangka salah satu Dirut dari perusahaan asuransi yang sedang berkembang di Indonesia. Dirut yang di maksud adalah Joachim Wessling yang merupakan orang no.1 di perusahan Allianz. Dirut ini dilaporkan oleh nasabahnya karena tidak dapat melakukan klaim. Klien ini pun langsung melaporkan kasusnya ini ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dalam kasusnya, pelapor melaporkan Dirut PT.Asuransi Allianz tersebut dengan dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.

Dirut Perusahaan Asuransi Allianz Di Polisikan Nasabah

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat ditemui oleh para wartawan di kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Argo menambahkan kusus ini muncul karena PT.Allianz menolak klaim dari nasabahnya karena tidak memenuhi syarat, lanjut Kabid Humas Metro Jaya. Para korban mengatakan syarat yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi ini cukup rumit karena sudah diluar kemampuan mereka.
Dirut Perusahaan Asuransi Allianz Di Polisikan Nasabah
Sesudah berita ini diturunkan oleh para awak media, PT.Allianz mulai dari anak cabangnya pun membuka suara terkait dengan masalah ini. Andrian yang merupakan manejer Allianz yang berada di kota Pematang Siantar, Medan, Sumatera Utara mengatakan bahwa kasus ini dimuat karena ingin menjatuhkan Allianz yang sedang berkembang sangat pesat dalam beberapa bulan belakangan ini. Manajer ini juga menceritakan kronologis tentang kasus ini.
Dirut Perusahaan Asuransi Allianz Di Polisikan Nasabah
Cerita awalnya bermula ketika klien ini hendak membuka dua polis dengan harga 2 juta dan 600 ribu. Untuk pembayaran bulan awal polis keduanya lancar. Namun, sebelang beberapa waktu polis dengan harga 2 juta tersebut ditutup dan hanya menyisakan polis dengan harga 600 ribu. Suatu hari, sang pemegang polis sakit diare dan berobat ke dokter, kemudian kenjanggalan mulai muncul. Kejanggalan pertama adalah saat dimintai kelengakapan surat dari rumah sakit, sang “korban” tidak dapat memenuhi surat-surat tersebut. Kejanggalan kedua adalah sakit diare yang dialami oleh dirinya harus opname sampai 11 hari. Sang manager kemudian dengan menahan tawa mempertanyakan mengenai kejanggalan sakit diare yang harus di opname hingga 11 hari tersebut? Sehari saja penyakit ini menyerang kita anus kita sudah sakit, apalagi 11 hari bagaimana anusnya ya?
Dirut Perusahaan Asuransi Allianz Di Polisikan Nasabah
Andrian pun melanjutkan dengan mengatakan bahwa untuk klaim dari pelapor ini sekitar 16 juta. Apakah mungkin jika data yang kami mintakan ini bisa terpenuhi tidak kami bayar? Klaim seharga 200 juta rupiah lebih sudah kami bayar kepada pemanang polis kami yang hanya baru bayar sekali dengan premi 300 ribu perbulan dengan usia polis 11 hari, apalagi ini hanya 16 juta rupiah pasti akan kami bayar. Tapi dengan catatan harus melengkapi semua data-data yang kami minta. Dia kembali mengatakan bahwa ini adalah cara licik untuk menjatuhkan PT.Asuransi Allianz di Indonesia. Namun, hal ini gagal karena berita ini muncul. Pendapatan allianz bukannya menurun malah sebaliknya.
Dirut Perusahaan Asuransi Allianz Di Polisikan Nasabah
Munculnya berita ini pun membuat AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) ikut mengkritik hal ini. Melalui direktur utamanya, Togar Pasaribu mengatakan hal ini sudah biasa terjadi di dunia asuransi, hal ini dikarenakan setiap perusahaan asuransi memiliki prosedur yang berbeda-beda dalam urusan mencairkan klaim para nasabah. Hal ini pun belum dapat dipastikan permasalahannya karena di luar sana kabarnya belum pasti seperti apa. Klaim tersebut harus dipelajari terlebih dahulu karena setiap kasus untuk pengklaiman asuransi itu berbeda-beda. Jadi saya menghimbau untuk kasus ini tidak perlulah di besar-besarkan.
Dirut Perusahaan Asuransi Allianz Di Polisikan Nasabah